Hari ini Tanggal 20 Mei 2008  merupakan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Momentum ini dirayakan di mana mana dengan maksud agar bangsa Indonesia ini bangkit lagi untuk lebih maju dengan mengingat serta mencontoh semangat para pendahulu kita yang telah mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan.

Alangkah ruginya kalau perusahaan BUMN Konsultan Jasa Konstruksi ini tidak ikut memanfaatkan momentum tersebut, untuk membangkitkan semangatnya  agar bisa terhindar dari keterpurukan atau kebangkrutan.

Pertanyaannya , semangat kebangkitan PT Bina Karya ( Persero ) ini harus dimulai dari mana dan oleh siapa ???

Tentunya oleh semua pihak, yaitu mulai dari seluruh Karyawan, Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Meneg BUMN sebagai pihak yang mewakili Pemerintah menjadi pemilik Perusahaan Konsultan BUMN ini.

Kebangkitan atau kebangkrutan Perusahaan ini semua ada ditangan mereka.

Bravo BUMN

 

 

 

 Komisaris Utama PT Bina Karya ( Persero ), Budi Yuwono

 

  

 

 

 Komisaris PT Bina Karya ( Persero ), Sribagus Guritno 

 

 

 

Direksi BK ( Minny Sulistiowati dan HS Arief ) sedang melayani undangan Pertemuan dengan Pengurus SP KKBK , diminta memberikan penjelasan mengenai sebab terlambatnya penggajian karyawan BK. 

 

Sudah tiga bulan ber turut turut sejak Maret 2008 ini penggajian karyawan di PT Bina Karya ( Persero ) terlambat, bahkan terlambatnya bisa sampai satu setengah bulan.

Untung PT Bina Karya memiliki Divisi yang menangani proyek proyek multy years, sehingga saat proyek APBN belum berjalan dan banyak tenaga ahli untuk proyek APBN masih nongkrong di Kantor, keuangan BK agak sedikit tertolong oleh adanya invoice – invoice proyek multy years.

Di saat kondisi perusahaan sulit seperti ini , begitu gaji yang terlambat itu turun kok ya masih ada juga yang menyebarkan cerita : “ Ini kan berkat kebaikan Direktur, yang telah meminjamkan uang pribadinya untuk menggaji karyawan”

Ini  apa  maksudnya  ????

Pada hal saat bertatap muka resmi menghadapi karyawan , Direksi jelas – jelas malah minta tolong kepada karyawan untuk dibantu mencari pinjaman dana, saat menghadapi para karyawan tersebut  direksi  ibaratnya seperti manajer pertandingan tinju yang sudah mau menyerah ……. mau lempar handuk ……. tapi nggak punya handuk.  

Ketika saya klarifikasi kepada sumber berita yaitu kepala biro keuangan, jawabnya ngambang ; “ itu terserah mereka mereka yang mungkin salah menafsirkan info dari saya”

Kemudian setelah saya klarifikasi dengan Direktur yang di isue kan kaya dan dermawan tersebut, isue tadi ternyata tidak benar, beliau menyatakan tidak menalangi dana penggajian tersebut dengan duit pribadinya, jadi memang dari proyek multy years.

Sebagai direktur beliau menyatakan tetap selalu berusaha mencari dana, karena itu memang tugas dan tanggung jawab direksi bukan tugas karyawan atau pejabat di bawah direksi.

Penyebaran isu untuk membentuk  opini  pahlawan  ( kesiangan )  ini maksudnya tidak jelas, yang jelas itu bukan perintah Direktur.

Sebenarnya saat saat seperti ini pahlawan nya adalah para karyawan yang sedang menderita karena belum gajian dan karyawan yang  hak hak nya yang lain belum dibayar oleh perusahaan.

Kenapa mereka perlu di sebut pahlawan ? , karena mereka harus berjuang lagi untuk menutupi kebutuhan se hari hari dengan cara mengurangi tabungannya ( kalau ada ) atau berjuang pinjam sana sini agar dapur tetap mengepul.

Selamat berjuang pahlawanku !

Nugroho WS

Oleh: Opini Karyawan | 13 Mei, 2008

Opini dan Komentar

 

Untuk kelangsungan hidup sebuah Perusahaan , selain kemampuan manajemen dari Pengelolanya , kemampuan SDM dan Modal keuangan yang kuat, masih diperlukan juga internal kontrol  dari Pemiliknya, serta internal/eksternal kontrol  dari lingkungan sekitarnya.

Salah satu kontrol lainnya  adalah OPINI dari para KARYAWAN terhadap peri laku unit unit yang ada di dalam perusahaan itu.

Selain OPINI kepada Perusahaan, KOMENTAR yang terkaitpun akan sangat bermanfaat untuk introspeksi terhadap kekurangan kekurangan yang ada. 

 

Opini tersebut akan semakin mantap setelah mendapatkan komentar dari yang pro maupun yang kontra.

Semakin banyak pendapat , beda pendapat , akan semakin memperkaya wawasan untuk bekal mengambil keputusan ke depan yang lebih baik.

Salam

 

Kategori