Banyak sekali opini tentang karyawan, ada salah satu opini dan kalau opini ini benar , maka perusahaan akan sulit untuk maju dan berkembang.
Opini tersebut adalah ; Karyawan itu tahunya hanya nuntut hak nya , sebagian besar mereka lupa atau pura pura lupa kalau selain hak masih ada kewajiban yang harus menjadi tanggung jawabnya sebagai karyawan.

Sebagai karyawan yang digaji oleh perusahaan, sudah seharusnya dan wajib kita melaksanakan kewajiban-kewajiban atau tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang telah dibebankan pada pundak kita oleh perusahaan sesuai dengan jabatan dan porsi kita. Gaji yang kita terima akan halal dimakan apabila kita sudah melaksanakan pekerjaan yang memang telah menjadi porsi masing-masing karyawan. Marilah kita bekerja dengan baik agar gaji yang kita terima memberi keberkahan pada diri dan keluarga kita. Janganlah kita suka makan gaji buta. Mau terima haknya(gaji) saja tapi nggak mau melaksanakan kewajibannya/kerjaannya.
Oleh: heni on 5 Juni, 2008
at 3:14 am
Mbak Heni , “gaji buta” itu sebenarnya tidak pernah ada.
Karena gaji itu nggak punya mata dan nggak punya kaki ( mangkanya datangnya ke pada yang berhak bisa terlambat ).
Yang buta itu sebenarnya adalah yang berwenang ngeluarin gaji dan yang berwenang motong gaji. Kalau nggak berproduksi ngapain harus digaji ?
Data absensi itu bukanlah satu satunya cermin dari suatu produksi.
Oleh: nugroho ws on 8 Juni, 2008
at 3:20 pm
LEBARAN TAK TERLUPAKAN
Memang Lebaran belum sebulan berlalu, jadi pengalamannya masih teringat dengan jitu.
Separti biasa lebaran adalah hal yang luar biasa bagi kita apa lagi untuk anak-anak kita.
Berpuasa bagi kita adalah kewajiban ibadah yang harus dipenuhi, dan kita juga mengajarkan seperti itu kepada anak-anak kita.
untuk anak-anak kita selain pahala pasti juga ada hadiah baju dan sepatu baru apa lagi puasanya pool ngga kalah, termasuk juga anak saya yang berumur 5,5 th. walau berbuka waktu zhihur terus puasa lagi sampai magrib juga dibumbuhi nagis bila haus, tapi akhirnya pool juga & tidak kalah.
Untuk hal itu apa kita tega tidak memberikan hadiah baju & sepatu baru untuk mereka, untuk ada kartu kretdit yang berbaik hati memberi kelonggaran bisa bayar belakangan dengan waktu yang ditetntukan.
Tunggu THR yang belum juga datang, bahkan kabarnyapun belum terbayang, bikin pusing bukan kepayang.
Akhirnya THR datang dengan discon 50%, dan cukup untuk keperluan dapur doang, gajipun belum dibayarkan.
Dengan berbekal kartu kredit saya ajak keluarga berbelanja baju lebaran, alhamdilillah semua kebagian.
Waktu masuk ke Matahari saya lihat iming-iming diskon 50% + 20 % + apalgi kalau pakai kartu kredit tertentu.
Yang saya tertarik bukan barangnya tapi diskonnya, saya jadi teringat dikantor.
Untuk Gol III, THR diskon 50% + gaji belum dibayar 1 bulan.
Untuk Struktural, selain THR diskon 50% + gaji belum dibayar 1 bulan + 1 gaji bulan sebelumnya, juga belum dibayarkan.
Waduh gimana mau menghadapi lebaran, hapir semua kebutuhan membutuhkan uang, dan baru lebaran ini kondisinya sangat memperihatinkan jadi lebaran yang tak terlupakan.
Karena tidak dapat diharap lagi dari perusahaan, akhirnya cari sana sini pinjaman, dengan janji habis lebaran digantikan.
Nyatanya baru THR 50%, yang dilunaskan dan sampai saat ini, kartu kredit sudah jatuh tempo tuk dibayar, tempat cari pinjaman lain sudah menanyakan kapan habis lebaran.
Bagaimana, dan mau kemana lagi, yang kemarin dan yang sekarang kita dah tak punya uang, dan gajian pun belum dibayarkan.
semoga LEBARAN YANG TAK TERLUPAKAN hanya terjadi sekali ini, dan barang kali hanya saya yang mengalami.
Amin.
Oleh: mahdi on 20 Oktober, 2008
at 8:10 am