Posted by: Opini Karyawan | 15 Mei, 2008

USAHA MENCIPTAKAN PAHLAWAN KESIANGAN DI PT BINA KARYA ( Persero )

Sudah tiga bulan ber turut turut sejak Maret 2008 ini penggajian karyawan di PT Bina Karya ( Persero ) terlambat, bahkan terlambatnya bisa sampai satu setengah bulan.

Untung PT Bina Karya memiliki Divisi yang menangani proyek proyek multy years, sehingga saat proyek APBN belum berjalan dan banyak tenaga ahli untuk proyek APBN masih nongkrong di Kantor, keuangan BK agak sedikit tertolong oleh adanya invoice - invoice proyek multy years.

Di saat kondisi perusahaan sulit seperti ini , begitu gaji yang terlambat itu turun kok ya masih ada juga yang menyebarkan cerita : “ Ini kan berkat kebaikan Direktur, yang telah meminjamkan uang pribadinya untuk menggaji karyawan”

Ini  apa  maksudnya  ????

Pada hal saat bertatap muka resmi menghadapi karyawan , Direksi jelas - jelas malah minta tolong kepada karyawan untuk dibantu mencari pinjaman dana, saat menghadapi para karyawan tersebut  direksi  ibaratnya seperti manajer pertandingan tinju yang sudah mau menyerah ……. mau lempar handuk ……. tapi nggak punya handuk.  

Ketika saya klarifikasi kepada sumber berita yaitu kepala biro keuangan, jawabnya ngambang ; “ itu terserah mereka mereka yang mungkin salah menafsirkan info dari saya”

Kemudian setelah saya klarifikasi dengan Direktur yang di isue kan kaya dan dermawan tersebut, isue tadi ternyata tidak benar, beliau menyatakan tidak menalangi dana penggajian tersebut dengan duit pribadinya, jadi memang dari proyek multy years.

Sebagai direktur beliau menyatakan tetap selalu berusaha mencari dana, karena itu memang tugas dan tanggung jawab direksi bukan tugas karyawan atau pejabat di bawah direksi.

Penyebaran isu untuk membentuk  opini  pahlawan  ( kesiangan )  ini maksudnya tidak jelas, yang jelas itu bukan perintah Direktur.

Sebenarnya saat saat seperti ini pahlawan nya adalah para karyawan yang sedang menderita karena belum gajian dan karyawan yang  hak hak nya yang lain belum dibayar oleh perusahaan.

Kenapa mereka perlu di sebut pahlawan ? , karena mereka harus berjuang lagi untuk menutupi kebutuhan se hari hari dengan cara mengurangi tabungannya ( kalau ada ) atau berjuang pinjam sana sini agar dapur tetap mengepul.

Selamat berjuang pahlawanku !

Nugroho WS

Leave a response

Your response:

Kategori